Pengadilan Agama Biak

Jl. Majapahit, Karang Mulia, Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Papua 98117

Pengadilan Agama Biak telah mencanangkan Pembangunan Zona Integritas pada tanggal 17 Januari 2019. Pada saat pencanangan Zona Integritas tersebut dihadiri oleh FORKOPIMDA Kabupaten Biak Numfor dan kementrian/lembaga lain dan penandatanganan piagam Zona Intergitas Pengadilan Agama Biak. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan dokumen pakta integritas secara serentak oleh unsur pimpinan, pejabat fungsional dan struktural dan seluruh pegawai Pengadilan Agama Biak.

Pencanangan Pembangunan Zona Integritas dilaksanakan secara terbuka dan dipublikasikan melalui website Pengadilan Agama Biak. Hal itu bertujuan agar semua pihak ikut memantau, mengawal, mengawasi dan berperan serta dalam program kegiatan reformasi birokrasi khususnya dalam bidang pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang telah diamantakan oleh Mahkamah Agung.

Sebagai tindak lanjut dalam Pembangunan Zona Integritas, Pengadilan Agama Biak telah melakukan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas, yang kemudian ditindaklanjuti dengan dilakukan langkah pemenuhan dokumen/eviden yang terdiri dari :

  1. Komponen Pengungkit
  2. Komponen Hasil

Adapun komponen Pengungkit yaitu sebagai berikut :

  1. Manajemen Perubahan
  2. Penataan Tatalaksana
  3. Penataan Manajemen SDM
  4. Penguatan Akuntabilitas Kinerja
  5. Penguatan Pengawasan
  6. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

AREA I MANAJEMEN PERUBAHAN

Tujuan :

Area ini bertujuan untuk mengubah secara sistematis dan konsisten mekanisme kerja pola pikir (mind set) serta budaya kerja (cultur set) individu pada Pengadilan Agama Kupang agar menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran pembangunan Zona Integritas.

Target :

  1. Meningkatnya komitmen seluruh jajaran Pimpinan dan anggota satker dalam membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM
  2. Terjadinya perubahan pola pikir dan budaya kerja pada Satker yang diusulkan sebagai Zona Integritas menuju WBK/WBBM
  3. Pimpinan satuan kerja dan pejabat struktural dibawahnya harus berperan sebagai role model/keteladanan dalam pelaksanaan pembangunan Zona Integritas.
  4. Menurunnya resiko kegagalan yang disebabkan kemungkinan timbulnya resistensi terhadap perubahan

 

Untuk mencapai target tersebut diatas terdapat beberapa indikator yang perlu dilakukan untuk menerapkan manajemen perubahan, yaitu:

1. Menyusun tim kerja

Tim kerja adalah tim yang dibentuk untuk melaksanakan proses perubahan melalui program kegiatan dan inovasi di 6 area perubahan(6 komponen pengungkit) , tim kerja akan menjadi motor penggerak dalam pembangunan zona integritas menuju WBK. Dengan kegiatan:

  1. Membentuk tim kerja dengan tahapan :
  2. Membuat undangan pembentukan tim kerja WBK
  3. Melaksanakan rapat pembentukan tim kerja WBK
  4. Penentuan tim kerja WBK.
  5. Pengesahan tim kerja WBK.

Kegiatan diatas data dukungnya adalah undangan rapat, dokumen laporan pelaksanaan pembentukan tim kerja, riwayat hidup dan jejak tim kerja.

  1. Penentuan anggota tim kerja selain pimpinan, dipilih melalui prosedur mekanisme yang jelas dengan tahapan melakukan seleksi untuk membentuk tim kerja pembangunan Zona Integritas melalui prosedur yang jelas dengan mempertimbangkan kompetensi, memahami tugas pokok dan fungsi, berdedikasi, tidak bermasalah, dan berdisiplin.
  2. Rapat penentuan tim kerja
  3. Penetapan tim kerja.

Kegiatan-kegiatan tersebut dilengkapi dengan data dukung: berita acara dan laporan pelaksanaan seleksi tim kerja, notulen rapat, SK tim kerja WBK.

2. Dokumen rencana pembangunan Zona Integritas menuju WBK.

Dokumen rencana pembanguna Zona Integritas adalah program kegiatan yang akan dilaksanakan dalam melalukan perubahan yang berisi target, waktu, dan hasil yang ingin dicapai disesuaikan dengan karakteristik masyarakat/satuan kerja masing-masing dengan cara membuat dokumen rencana kerja pada tiap-tiap penanggung jawab yang ditunjuk untuk membuat rencana aksi ZI menuju WBK(Kapan dimulai?, Berapa lama?, target apa yang akan dicapai?).

Kegiatan tersebut dilengkapi dengan data dukung, undangan , absesnsi , foto, dokumen rencana aksi, dan dokumen kegiatan penyusunan rencana aksi.

Dalam dokumen pembangunan ZI harus ada target prioritas yang relevan dengan tujuan pembangunan ZI yaitu hasil yang ingin dicapai pada tiap-tiap kegiatan. Program yang dilaksanakan dalam rangka mempercepat proses perubahan yang membawa dampak ke arah yang lebih baik dengan cara:

  1. tentukan target prioritas yang dirasa mudah diraih pada setiap komponen perubahan
  2. penentuan target harus melibatkan seluruh tim kerja.
  3. Melaksanakan analisa terhadap rencana kerja yang terlaksana atau tidak

Kegiatan tersebut harus dilengkapi dengan data dukung dokumen rencana aksi, dokumen laporan kegiatan serta target prioritas :

3. Monitoring dan evaluasi pembangunan ZI :

    1.Melaksanakan monitoring

    2.Melakukan laporan hasil monitoring

    3.Menindak lanjuti hasil monitoring

Semua kegiatan tersebut dilengkapi dengan dokumen undangan, notulen , daftar hadir dan foto.

4. Perubahan pola pikir dan budaya kerja.

Perubahan pola pikir dan budaya kerja adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka merubah pola pikir anggota ke arah yang lebih baik serta mewujudkan budaya kerja sehingga tercipta lingkungan kerja yang bebas korupsi melalui upaya:

  1. Pimpinan harus berperan sebagai role model dalam pelaksanaan pembangungan ZI dengan cara :

    -  Keteladanan yang ditunjukan sehingga menjadi panutan bawahannya

    -  Keteladanan mempunyai pengaruh dalam pembentukan pribadi bawahan

    -  Keteladanan akan sangat cepat merubah pola pikir bawahan

Kegiatan tersebut dilengkapi dengan data dukung : dokumentasi kegiatan kerja sama, kegiatan sinergi, pelayanan dan pengabdianmasyarakat yang dilakukan oleh pimpinan atau pilar sebagai role model, absensi pimpinan 4 pilar, dokumentasi pimpinan sebagai Pembina  upacara.

      2. Pembentukan agen perubahan

Meliputi kegiatan :

-  Membuat undangan penetapan agen perubahan

-  Melaksanakan rapat penetapan agen perubahan

-  Menentukan syarat-syarat menjadi agen perubahan

-  Pengesahan agen perubahan.

Kegiatan tersebut diatas dilengkapi dengan data dukung :

-  Undangan rapat

-  Dokumen laporan pelaksanaan agen perubahan

-  Rekam jejak agen perubahan

 

Budaya kerja dan pola pikir lingkungan organisasi/Pengadilan Agama Biak

-        Menerapkan budaya kerja: pedoman prilaku warga peradilan dan 10 budaya malu.

-        Memberikan reward dan punishment

-        Membuat laporan dan kegiatan pembangunan budaya kerja dan pola pikir organisasi

Kegiatan tersebut diatas dilengkapi data dukung: dokumen pelaksanaan kegiatan, penerapan budaya kerja dan foto-fotonya, rekap absensi pegawai, dokumentasi reward dan punishment.

Adapun eviden untuk mencapai target-target tersebut adalah sebagai berikut :

AREA I MANAJEMEN PERUBAHAN

No Indikator Kerja Eviden
1 Tim Kerja Dokumen
2 Rencana Pembangunan Zona Integritas Dokumen
3 Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan WBK/WBBM Dokumen
4 Perubahan Pola Pikir Dan Budaya Kerja Dokumen