Sejarah & Profil Pengadilan Agama Biak

Sejarah & Profil Pengadilan Agama Biak

A. SEKILAS TENTANG PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA

Pengadilan Tinggi Agama Jayapura dibentuk dengan Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 95 tahun 1982 tanggal 28 Oktober 1982, tentang pembentukan 5 (lima) PTA Cabang, termasuk diantaranya PTA Cabang Jayapura. Kurang lebih satu tahun sejak terbentuknya Kantor Pengadilan Tinggi Agama Jayapura tepatnya Pada tanggal 11 Pebruari 1984, telah resmi dibuka dan beroperasi untuk melaksanakan tugas melayani kepentingan masyarakat para pencari keadilan khususnya umat islam dalam bidang keperdataan di tingkat banding dan juga sebagai kawal depan Mahkamah Agung RI.

Pengadilan Tinggi Agama Jayapura semula berkantor di Kantor Departemen Agama Kabupaten Jayapura pada tahun 1984 kemudian telah dibangun kantor PTA di Jalan Kotaraja, yang telah ditempati sejak tanggal 14 Nopember 1985 hingga pertengahan Tahun 2010 dan pada Akhir Tahun 2010 PTA Jayapura telah menempati Gedun baru yang berstandar prototype MA  yang beralamat di Jalan Baru KNo. 103 Kotaraja .

B. YURIDIKSI PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA

Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama RI No. 95 tahun 1982 tanggal 28 Oktober 1982. Telah dibetuk 9 (Sembilan) Pengadilan Tingkat pertama yaitu : Pengadilan Agama Jayapura, Pengadilan Agama Sorong, Pengadilan Agama Biak, Pengadilan Agama Fakfak, Pengadilan Agama Manokwari, Pengadilan Agama Nabire, Pengadilan Agama Wamena, Pengadilan Agama Merauke dan Pengadilan Agama Serui. Kemudian dengan surat Keputusan Presiden RI Nomor 145 Tahun 1998 telah ditetapkan Pembentukan Pengadilan Agama Sentani, Pengadilan Agama Mimika dan Pengadilan Agama Paniai, Sehingga Pengadilan Agama dalam wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Jayapura berjumlah 12 Pengadilan Agama.

Propinsi Irian Jaya Barat yang Ibukotanya Jayapura kemudian diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada tahun 2003 Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia; bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat setahun kemudian menjadi Papua Barat.

Propinsi Papua semula mewilayahi Sembilan daerah tingkat II, kota yaitu kota Jayapura, Biak, Serui, Nabire, Wamena, Merauke, Sentani, Mimika, dan Paniai, kemudian Kabupaten Pemekaran adalah Yapen Waropen, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Tolikara, Sarmi, Keerom, Bopen Digol, Mappi, dan Asmat.

Propinsi Papua Barat mewilayah Kabupaten, Kabupaten Manokwari sebagai Ibukota Propinsi, Kabupaten Sorong, Kabupaten Fakfak, sedangkan Kabupaten Pemekaran adalah Bintuni, Teluk Wondama, Kota Sorong, Raja Empat, Sorong Selatan dan Kaimana.

C. KEKUASAAN PENGADILAN

  • Ø Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang : 1. Perkawinan, 2. Waris, 3. Wasiat, 4. Hibah, 5. Wakaf, 6. Zakat, 7. Infaq, 8. Shadaqah, dan 9. Ekonomi Syari’ah. (pasal 49 Undang-Undang N0. 3 tahun 2006 tentang perubahan pertama UU No.7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama).
  • Ø Pengadilan Tinggi Agama yang betugas dan berwenang :

1. Mengadili perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama dalam tingkat banding

2. Mengadili di tingkat pertama dan terakhir sengketa kewenangan mengadili antar Pengadilan Agama dan daerah hukumnya. (Pasal 51 Undang-Undang No. 7 tahun 1989)

D. NAMA PEJABAT YANG PERNAH MENJADI KETUA PA BIAK

N0.

NAMA

JABATAN

MASA JABATAN

1 .

Drs. Udin Rokhaudin Ketua PA Biak 1984 s/d 1992

2.

Drs. H. Masrum Ketua PA Biak 1992 s/d 1998

3.

Drs. H. Uwanuddin, MH Ketua PA Biak 1998 s/d 2006

4.

Drs. Syamsulbahri, SH.,MH Ketua PA Biak 2006 s/d 2010

5.

Drs. H. Nurul Huda, SH., MH Ketua PA Biak 2010 s/d Agustus 2012

6.

Drs. H. Muhammad Zainuri., MH Ketua PA Biak Nopember 2012 s/d Sekarang
       

D. NAMA PEJABAT YANG PERNAH MENJADI WAKIL KETUA PA BIAK

No Nama Jabatan Masa Jabatan      
1 Drs. H. Masrum Wakil Ketua        
2 Drs. Ridwan Latif, SH Wakil Ketua        
3 Drs. Muqorrobin Wakil Ketua        
4 Drs. Syamsulbahri, SH Wakil Ketua 2004-2006      
5 Drs. Nurul Huda, SH Wakil Ketua 2006-2010      
6 Drs. Syarifuddin. S Wakil Ketua 2010- sekarang